1. CURRENT
SYSTEM
PMB adalah suatu proses penerimaan mahasiswa baru
menjelang tahun ajaran baru di setiap Universitas Negeri maupun swasta.Setiap
universitas negeri maupun swasta tentu memiliki system atau proses penerimaan
mahasiswa baru yang berbeda.
Penerimaan mahasiswa baru di setiap universitas,
umumnya dimulai dengan proses pendaftaran calon mahasiswa baru, baik itu
pendaftaran online maupun pendaftaran secara manual. Namun seiring dengan
perkembangan zaman, hampir semua Universitas telah menyediakan wadah buat para
calon mahasiswa untuk mendaftar secara online. Pendaftaran secara manual sudah
jarang digunakan lagi dewasa ini.
Di universitas Hasanuddin misalnya, proses
penerimaan mahasiswa barunya bisa dikatakan rata-rata sudah menggunakan system
online. Meski demikian, tetap saja masih ada proses manual yang harus dilakukan
calon mahasiswa baru jika ingin menjadi mahasiswa UNHAS. Proses PMB di UNHAS
dimulai dari calon mahasiswa yang harus melakukan pembayaran di bank kemudian
mendapatkan PIN yang kemudian bisa digunakan untuk login online untuk mengisi
formulir. Setelah melakukan pengisian formulir, calon mahasiswa harus mengikuti
Ujian tertulis (SBMPTN). Setelah dinyatakan lulus, mahasiswa harus melakukan
pembayaran SPP kemudian melakukan registrasi ulang.
Pada
proses registrasi ulang inilah, terdapat perbedaan system/proses di setiap
universitas. Di UNHAS sendiri khususnya, proses registrasi ulangnya cukup
rumit. Mahasiswa yang sudah dinyatakan lulus, harus berkunjung ke gedung registrasi
UNHAS dengan membawa berkas-berkas yang sudah ditentukan sebelumnya.
Pertama-tama yang harus dilakukan di sana adalah, mahasiswa diukur berat
badannya, setelah itu, mahasiswa melakukan verifikasi berkas kemudian
dilanjutkan dengan tes tekanan darah, tes golongan darah, kemudian dilakukan
tes buta warna, dilanjutkan lagi dengan tes Urine. Setelah verifikasi berkas
dan semua tes telah dilewati, mahasiswa baru diarahkan ke suatu tempat (masih
di dalam gedung registrasi) untuk
memperlihatkan resi pembayaran SPPnya kemudian diberikan KTM sementara.
Akan tetapi dari beberapa tes yang dilewati, menurut
saya ada satu tes yang prosesnya kurang berdistribusi dengan baik, dengan kata
lain proses ini ada ketidakjelasan. Tes golongan darah, yah menurut saya data
dari tes tersebut kurang berpengaruh pada proses pendaftaran ulang Mahasiswa
baru, karena meskipun tes tersebut dilakukan, hasil tesnya tidak berpengaruh
terhadap penerimaan mahasiswa baru. Karena hasil dari tes tersebut, tidak
menjadi tolak ukur untuk mahasiswa kemudian diberikan kartu mahasiswa. Tes
tersebut hanya semacam sebuah formalitas, karena data hasil tesnya kemudian
tidak dimuat dalam kartu mahasiswa. Tes tersebut bisa dikatakan hanya memperpanjang waktu registrasi ulang.
2.
PROPOSED SYSTEM
Menurut saya pribadi, ada baiknya
jika memang dilakukan tes golongan darah, hasil tesnya bisa dimasukkan ke dalam
kartu mahasiswa atau dengan kata lain di dalam kartu mahasiswa, tidak hanya ada
data nama, nim, dan fakultas saja, tetapi dicantumkan juga golongan darah
mahasiswa. Untuk menjawab permasalahan ini, saya mengajukan suatu system scan.
Pada system ini, mahasiswa hanya diambil sampel darahnya kemudia di masukkan ke
sebuah alat scan, dan alat scan tersebut secara otomatis akan memnbaca golongan
darah mahasiswa tersebut. Scan tersebut juga dihubungkan langsung dengan system
yang menangani pembuatan KTM. Sehingga pada KTM yang diberikan kepada
mahasiswa, telah tertera pula golongan darah mahasiswa.
Dengan begitu, waktu yang digunakan oleh mahasiswa
untuk mengikuti tes golongan darah, tidak terbuang begitu saja, ada hasil dari
tes tersebut yang terlihat pada Kartu mahasiswa.
Dalam
system yang ditawarkan ini, dibutuhkan alat scan yang bisa mendeteksi golongan
darah dan bisa mentransfer dat golongan darah tersebut ke system yang mengolah
dan mengeluarkan kartu mahasiswa..
3. SYSTEM
REQUIREMENT SPECIFICATION (SPESIFIKASI KEBUTUHAN SISTEM)
3.1 Spesifikasi
Kebutuhan Fungsional
· Penginputan
data mahasiswa baru oleh calon mahasiswa baru
· Penginputan
data kesehatan oleh panitia PMB
· Alat
yang bisa mendeteksi golongan darah.
3.2 Spesifikasi
Kebutuhan Data
· Data
mahasiswa baru mencakup data pribadi, data berat badan, data golongan darah,
data hasil tensi, data tes buta warna.
· System
scan golongan darah.
3.3 Spesifikasi
Kebutuhan Teknologi
· Teknologi
Scan
4. RANCANGAN
SISTEM DENGAN DFD
4.1 Rancangan
Sistem Secara Umum
a. Konteks
Diagram
b. Diagram
Berjenjang
4.2 Rancangan
Sistem Terinci
a. DFD
Level 1
b.
DFD Level 2
5. RANCANGAN
SISTEM DENGAN UML
5.1 Rancangan
Sistem Secara Umum
a. Usecase
Diagram
b.class Diagram
5.2 Rancangan
Sistem Terinci
a. Sequence
Diagram
b. Activity Diagram
c.
Statechart Diagram
d.
Deployment Diagram
6. PENGUJIAN
SISTEM
6.1 Black-Box
Testing
· Apakah
data yang diinput sesuai dengan data yang masuk (valid)?
· Apakah
system dapat membaca character, numerik, dan symbol dan penggunaannya?
· Apakah
system dapat membedakan character, numerik, dan symbol?
· Apakah
system dapat menolak data berganda?
· Apakah
system dapat membacabatasan field?
· Apakah
system dapat kompatibel secara internal?
· Apakah
system dapat memeriksa kesalahan penginputan data secara keseluruhan dan
memberi peringatan?
· Apakah
system dapat memeriksa apabila ada data yang tidak diinput secara keseluruhan
dan memberi peringatan?
· Apakah
system dapat melakukan pengeditan data jika ada pembaharuan data?
6.2 Analisis
Kinerja Sistem
· Apakah
system dapat berjalan cepat dan tepat?
· Apakah
system tidak lambat loading?
· Apakah
system dapat memeriksa data yang dicari secara cepat?
· Apakah
system dapat diakses oleh 50 user dalam waktu yang bersamaan?
· Apakah
50 calon mahasiswa dapat melakukan input data ke sistem dalam waktu yang
bersamaan?
· Pada
saat terjadi sistem offline, dapatkah sistem kembali online kurang dari 1 hari?
· Apakah
sistem dapat melakukan recovery dan back up data secara cepat?
6.3 Pengujian
Akseptansi Sistem
· Apakah
calon mahasiswa paham dan tahu cara mengisi formulir data di sistem?
· Apakah
calon mahasiswa tidak mengalami kesulitan pada saat mengisi formulir data di
sistem?
· Apakah
panitia PMB mengerti dan tidak mengalami kesulitan penginput data kesehatan
calon mahasiswa di sistem?
· Apakah
pihak fakultas, jurusan, dan prodi mengerti dan tidak mengalami kesulitan dalam
melihat dan mempergunakan data calon mahasiswa di sistem?
· Apakah
calon mahasiswa merasa puas dan mudah
dengan sistem informasi ini?
· Apakah
panitia PMB merasa puas dengan sistem informasi ini?
· Apakah
pihak fakultas, jurusan dan prodi merasa puas dengan sistem informasi ini?
6.4 Unit
Test
·
Apakah program dalam sistem dapat
memanage atau mengelompokkan data berdasarkan kode?
·
Apakah program dalam sistem tidak lagi
terdapat error?
6.5 Integration
Test
·
Apakah program dalam sistem dapat
menghubungkan data-data yang memiliki keterkaitan?
·
Apakah data di class tertentu dapat
digunakan pada data di class lainnya?
6.6 Defect
Testing
·
Apakah pada sistem terdapat kecacatan?
·
Apakah pada program terdapat yang tidak
sesuai dengan fungsinya atau spesifikasinya?
·
Apakah pada program terdapat kesalahan
pengkodean?









